| |

LPPM STIE Ganesha Gelar Workshop Academic Writing, Dorong Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi

Tangerang Selatan, 30 April 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atau LPPM STIE Ganesha menyelenggarakan Workshop Academic Writing bertema “Training for International Reputable Journals” pada Kamis, 30 April 2026, bertempat di Ruang 18 Lantai 2 STIE Ganesha. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya STIE Ganesha dalam memperkuat budaya akademik, meningkatkan mutu penelitian, serta mendorong sivitas akademika agar mampu menulis dan memublikasikan artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta, yaitu Prof. Dr. Andry Priharta, S.E., M.M., Guru Besar Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan Dr. Bambang Sutrisno, S.E., MSM, Dosen FEB Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kehadiran kedua narasumber tersebut memberikan penguatan komprehensif kepada peserta, mulai dari fondasi penulisan artikel ilmiah, strategi membangun novelty, hingga strategi publikasi pada jurnal internasional bereputasi.

Workshop ini turut dihadiri dan didukung oleh jajaran pimpinan STIE Ganesha, antara lain Dr. M. Arief Noor, M.Pd., M.M. selaku Ketua STIE Ganesha, Moh. Tahang, S.E., M.M. selaku Wakil Ketua III STIE Ganesha, Aep Saefullah, S.HI., M.M. selaku Ketua LPPM STIE Ganesha, serta Yasir Rumuar selaku Ketua BEM STIE Ganesha. Kehadiran para pimpinan tersebut menunjukkan komitmen kelembagaan STIE Ganesha dalam mendorong peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan kampus.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Ketua STIE Ganesha, sambutan Ketua LPPM STIE Ganesha, sambutan Ketua BEM STIE Ganesha, doa, serta pemaparan materi workshop yang dipandu oleh moderator. Berdasarkan surat permohonan dan rundown kegiatan, workshop ini diselenggarakan oleh LPPM STIE Ganesha sebagai bagian dari agenda peningkatan mutu dan kualitas penelitian.

Dalam pemaparan pertama, Prof. Dr. Andry Priharta, S.E., M.M. menjelaskan bahwa publikasi ilmiah bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bagian penting dari reputasi akademik, komunikasi ilmiah, penyebaran hasil penelitian, serta kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Publikasi juga berkaitan erat dengan kepentingan akademik dosen dan mahasiswa, termasuk jabatan fungsional, laporan kinerja dosen, serta persyaratan akademik tertentu.

Prof. Andry memaparkan bahwa jurnal internasional bereputasi memiliki karakteristik tertentu, antara lain terindeks dalam basis data bereputasi seperti Scopus dan Web of Science, memiliki impact factor atau peringkat, menerapkan proses peer review yang ketat, menggunakan bahasa internasional, dikelola oleh penerbit terpercaya, serta memiliki penulis dan pembaca dari berbagai negara.

Ia juga mengingatkan bahwa publikasi pada jurnal bereputasi memiliki tantangan yang tidak ringan. Dari sisi penulis, tantangan mencakup kualitas artikel, risiko plagiarisme, serta biaya publikasi. Dari sisi proses editorial, penulis perlu menghadapi proses review yang panjang, revisi berulang, serta perbedaan penilaian antarreviewer. Sementara dari sisi jurnal dan penerbit, tantangan dapat berupa mutu akreditasi, keterbatasan dana dan sumber daya, digitalisasi, open access, indeksasi jurnal, hingga risiko jurnal predator.

Materi kemudian mengulas tahapan teknis penyusunan artikel ilmiah, mulai dari pencarian artikel referensi, scanning, literature review, sintesis, penentuan state of the art, hingga penulisan artikel. Peserta diarahkan untuk mencari literatur yang relevan melalui Google Scholar, Scopus, dan Web of Science, dengan memperhatikan kata kunci penelitian, rentang tahun publikasi, serta reputasi jurnal.

Dalam proses penyusunan artikel, peneliti disarankan mengumpulkan 100 hingga 300 artikel awal. Setelah itu, artikel disaring melalui pembacaan cepat terhadap judul, abstrak, kata kunci, dan kesimpulan, sehingga diperoleh sekitar 30 hingga 80 artikel yang paling relevan. Dari artikel-artikel tersebut, peneliti kemudian menyusun literature review, membuat matriks literatur, memetakan variabel, teori, metode, hasil penelitian, serta menemukan celah penelitian atau research gap.

Salah satu penekanan penting dalam workshop ini adalah perlunya membangun novelty atau kebaruan penelitian. Novelty tidak boleh hanya dipahami sebagai sesuatu yang berbeda, tetapi harus berangkat dari gap yang jelas, memiliki kontribusi teoretis maupun praktis, dan dapat dipertanggungjawabkan secara logis. Kebaruan dapat muncul dari aspek variabel, model, konteks penelitian, metode, data, sumber data, pendekatan praktis, temuan empiris, maupun kontribusi kebijakan.

Prof. Andry juga menjelaskan struktur umum artikel ilmiah melalui kerangka IMRAD, yaitu Introduction, Methods, Results, and Discussion. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa setiap jurnal memiliki gaya selingkung masing-masing. Karena itu, penulis perlu mempelajari template jurnal, format penulisan, sistem sitasi, daftar pustaka, bahasa, serta ketentuan teknis lain sebelum mengirimkan naskah.

Selain aspek substansi, workshop ini turut membahas hal-hal teknis yang sangat menentukan keberhasilan publikasi, seperti proofreading, parafrase, pencegahan plagiarisme, dan penulisan rebuttal letter. Proofreading diperlukan untuk memastikan naskah bebas dari kesalahan teknis, termasuk typo, tata bahasa, tanda baca, konsistensi istilah, format tabel, judul, dan referensi. Sementara itu, parafrase dipahami sebagai kemampuan menulis ulang gagasan dengan bahasa sendiri tanpa menghilangkan makna dan tetap mencantumkan sumber secara tepat.
Pada sesi berikutnya, Dr. Bambang Sutrisno, S.E., MSM menyampaikan materi mengenai International Publication Strategy. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai strategi memilih jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus atau Web of Science, analisis journal scope, quartile jurnal dari Q1 hingga Q4, serta acceptance rate.
Dr. Bambang juga menjelaskan teknik meningkatkan peluang artikel diterima oleh jurnal internasional, antara lain melalui penguatan novelty positioning dan argumentasi ilmiah yang kuat. Peserta turut diperkenalkan dengan simulasi submit artikel melalui sistem jurnal internasional, seperti Elsevier, Springer, Taylor & Francis, dan penerbit bereputasi lainnya.
Materi kedua ini juga menekankan pentingnya strategi merespons komentar reviewer melalui rebuttal letter writing. Dalam konteks publikasi ilmiah, rebuttal letter merupakan surat tanggapan penulis kepada reviewer atau editor jurnal untuk menjelaskan perbaikan yang telah dilakukan, menjawab kritik atau pertanyaan reviewer, serta meyakinkan editor bahwa artikel layak untuk dipertimbangkan kembali. Selain itu, Dr. Bambang juga menyoroti pentingnya etika komunikasi profesional dengan editor jurnal.

Melalui dua sesi materi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai cara menulis artikel ilmiah yang baik, tetapi juga strategi nyata untuk menembus jurnal internasional bereputasi. Workshop ini memberikan gambaran bahwa publikasi ilmiah membutuhkan kombinasi antara kualitas riset, ketajaman argumentasi, kepatuhan terhadap gaya selingkung jurnal, kemampuan merespons reviewer, serta ketekunan dalam menjalani proses editorial.
Di akhir kegiatan, peserta didorong untuk terus membangun konsistensi dalam menulis, memilih jurnal yang sesuai, menyiapkan artikel sesuai kualifikasi jurnal, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi revisi maupun penolakan. Publikasi ilmiah dipahami sebagai proses panjang yang menuntut kesabaran, kedisiplinan, dan komitmen akademik.

Melalui Workshop Academic Writing ini, LPPM STIE Ganesha berharap kemampuan academic writing sivitas akademika semakin meningkat dan mampu menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga berpeluang diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *